Struktur Kontrol Percabangan pada Python untuk Pemula – Yan Paul Pala’langan

Pernahkah kalian berpikir, bagaimana cara game Mobile Legends menentukan apakah kalian mendapatkan “Savage” atau “Maniac”? Atau bagaimana sistem login Instagram tahu jika password yang kalian masukkan salah?

Jawabannya ada pada satu konsep dasar pemrograman: Struktur Kontrol Percabangan (Branching).

Pada artikel kali ini, kita akan belajar bagaimana membuat program Python kita menjadi “cerdas” dan bisa mengambil keputusan sendiri berdasarkan kondisi tertentu. Siapkan teks editor atau Google Colab kalian, mari kita mulai!

1. Konsep Indentasi

Sebelum masuk ke logika if, kita harus paham dulu aturan paling suci di Python: Indentasi.

Berbeda dengan C++ atau Java yang menggunakan kurung kurawal { } untuk mengelompokkan blok kode, Python menggunakan spasi (biasanya 4 spasi atau 1 tab) di awal baris.

Jika indentasi kalian berantakan, program akan error atau berjalan tidak sesuai harapan.

Contoh Benar ✅:

if 10 > 5:
    print(“Sepuluh lebih besar dari lima”) # Baris ini menjorok ke dalam (indentasi)
    print(“Ini masih di dalam blok if”)

Contoh Salah ❌:

if 10 > 5:
print(“Ini akan Error!”) # IndentationError: expected an indented block

Ingat: Konsistensi adalah kunci. Jangan campur penggunaan Tab dan Spasi dalam satu file!

2. Percabangan Tunggal (if)

Ini adalah bentuk paling sederhana. Logikanya: “Jika kondisi benar, maka lakukan aksi. Jika salah, abaikan.”

Sintaks Dasar:

if kondisi:
    aksi_jika_benar

Contoh Penerapan (Cek KKM):

Bayangkan kita ingin mengecek apakah seorang siswa tuntas KKM.

nilai_siswa = 80
kkm = 75

if nilai_siswa >= kkm:
    print(“Selamat! Anda Tuntas.”)

print(“Program selesai.”)

Jika nilai siswa diubah menjadi 70, maka pesan “Selamat! Anda Tuntas” tidak akan muncul.

3. Percabangan Ganda (if-else)

Dalam kehidupan, jika rencana A gagal, biasanya ada rencana B. Begitu juga di Python. Struktur if-else menangani kondisi benar dan kondisi salah.

Logikanya: “Jika kondisi benar, lakukan Aksi 1. Jika SALAH, lakukan Aksi 2.”

Contoh Penerapan (Lulus vs Remedial):

nilai_siswa = 60
kkm = 75

if nilai_siswa >= kkm:
    print(“Status: Kompeten”)
else:
    print(“Status: Belum Kompeten (Remedial)”)

4. Percabangan Majemuk (if-elif-else)

Bagaimana jika pilihannya lebih dari dua? Misalnya menentukan grade nilai A, B, C, atau D? Kita menggunakan elif (singkatan dari else if).

Python akan mengecek kondisi dari atas ke bawah. Jika satu kondisi terpenuhi, kondisi di bawahnya akan diabaikan.

Contoh Penerapan (Konversi Nilai Raport):

nilai = 85

if nilai >= 90:
    grade = “A”
elif nilai >= 80:
    grade = “B”
elif nilai >= 70:
    grade = “C”
elif nilai >= 60:
    grade = “D”
else:
    grade = “E”

print(f”Nilai angka: {nilai}, Grade Anda: {grade}”)

5. Nested If (if Bersarang)

Ini adalah konsep “If di dalam If”. Kita menggunakannya untuk pengecekan bertingkat yang lebih spesifik.

Contoh Penerapan (Sistem Login Sederhana):

Kita akan mengecek username terlebih dahulu. Jika username benar, baru kita cek passwordnya.

username_db = “admin_sekolah”
password_db = “rahasia123”

input_user = “admin_sekolah”
input_pass = “salah123”

if input_user == username_db:
    # Username benar, sekarang cek password (Nested If)
    if input_pass == password_db:
        print(“Login Berhasil! Selamat datang Admin.”)
    else:
        print(“Password salah!”)
else:
    print(“Username tidak ditemukan!”)

Studi Kasus: Program Diskon Toko

Untuk menguji pemahaman kalian, mari kita buat program kasir sederhana.

Aturan:

  1. Jika belanja di atas Rp 500.000, dapat diskon 20%.
  2. Jika belanja di atas Rp 200.000, dapat diskon 10%.
  3. Di bawah itu, tidak dapat diskon.

Kode Program:

print(“=== KASIR SMK MART ===”)
total_belanja = int(input(“Masukkan total belanja: Rp “))

if total_belanja > 500000:
    diskon = total_belanja * 0.2  # 20%
    keterangan = “Diskon Sultan 20%”
elif total_belanja > 200000:
    diskon = total_belanja * 0.1  # 10%
    keterangan = “Diskon Hemat 10%”
else:
    diskon = 0
    keterangan = “Tidak ada diskon”

total_bayar = total_belanja – diskon

print(“\n— Struk Pembayaran —“)
print(f”Total Awal  : Rp {total_belanja}”)
print(f”Keterangan  : {keterangan}”)
print(f”Potongan    : Rp {int(diskon)}”)
print(f”Total Bayar : Rp {int(total_bayar)}”)

Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bagaimana memberikan “otak” pada program kita menggunakan:

  • Indentasi: Tata krama wajib di Python.
  • If: Mengambil satu keputusan.
  • If-Else: Memilih antara dua opsi.
  • Elif: Memilih dari banyak opsi.
  • Nested If: Seleksi bertingkat.

Cobalah ketik ulang kode di atas (jangan copy-paste!) agar jari kalian terbiasa dengan indentasi Python.

Semangat belajar coding!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *