Tujuan Pembelajaran & Kompetensi

🎯 Tujuan Pembelajaran Utama

Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:

  • Menjelaskan latar belakang dan kebutuhan pengembangan IPv6 dari IPv4
  • Mengidentifikasi struktur dan format penulisan alamat IPv6 (128-bit, 8 kelompok heksadesimal)
  • Menerapkan aturan kompresi (zero compression dan leading zero) pada penulisan alamat IPv6
  • Mengklasifikasikan jenis-jenis alamat IPv6 (Unicast, Multicast, Anycast) beserta contohnya
  • Menjelaskan perbedaan utama header IPv4 dan IPv6
  • Mengonfigurasi alamat IPv6 secara sederhana pada perangkat jaringan
  • Menunjukkan sikap teliti, kolaboratif, dan bertanggung jawab dalam kegiatan praktikum jaringan
🧠

Kognitif (C1–C4)

Memahami, menjelaskan, menganalisis struktur dan jenis alamat IPv6 (Taksonomi Bloom)

❤️

Afektif (A1–A4)

Menghargai pentingnya IPv6, bersikap teliti, dan berkolaborasi dalam tim jaringan

🛠️

Psikomotorik (P1–P4)

Mengonfigurasi, memverifikasi, dan mendokumentasikan alamat IPv6 pada perangkat

Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen ini sesuai dengan CP Fase E TJKT pada kompetensi Pengalamatan Jaringan, yaitu murid memahami pengalamatan pada jaringan komputer lokal maupun luas, termasuk IPv4 dan IPv6.

1.1 Keterbatasan IPv4

Protokol IPv4 (Internet Protocol version 4) diciptakan pada tahun 1981 melalui RFC 791. Pada saat itu, para insinyur memperkirakan bahwa 4,3 miliar alamat IP (2³² = 4.294.967.296) sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan internet. Namun, ledakan pengguna internet, smartphone, perangkat IoT, dan layanan cloud menghabiskan ruang alamat tersebut jauh lebih cepat dari perkiraan.

Fakta Kritis

IANA (Internet Assigned Numbers Authority) telah menghabiskan seluruh blok IPv4 tingkat atas pada 3 Februari 2011. Berbagai Regional Internet Registry (RIR) seperti APNIC (Asia Pasifik) menyatakan kehabisan IPv4 bebas pada 2011. Ini dikenal sebagai IPv4 Address Exhaustion.

Masalah Utama IPv4:

MasalahPenjelasanDampak
Kehabisan AlamatHanya 4,3 miliar alamat tersediaNAT wajib digunakan secara masif
Kompleksitas NATNAT mempersulit end-to-end connectivityP2P, VoIP, gaming terganggu
Konfigurasi ManualIP sering dikonfigurasi manualRawan kesalahan administrator
Keamanan OpsionalIPSec tidak wajib di IPv4Rentan terhadap serangan jaringan
Efisiensi RoutingTabel routing sangat besarKinerja router menurun

1.2 Lahirnya IPv6

IPv6 (Internet Protocol version 6) dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) dan didefinisikan dalam RFC 2460 (1998), kemudian diperbarui oleh RFC 8200 (2017). IPv6 dirancang untuk mengatasi semua keterbatasan IPv4 sekaligus mempersiapkan infrastruktur internet untuk dekade-dekade mendatang.

Analogi Sederhana

Bayangkan IPv4 seperti nomor telepon 6 digit—cukup untuk satu kota kecil. Ketika populasi meledak, nomor 6 digit tidak cukup, maka diciptakan nomor 10-12 digit. IPv6 adalah “nomor telepon” 32 karakter heksadesimal—cukup untuk triliunan perangkat!

⬛ IPv4 – Generasi Lama

  • 32-bit address space
  • ~4,3 miliar alamat
  • Notasi desimal bertitik
  • IPSec opsional
  • Broadcast tersedia
  • Header kompleks (20-60 byte)
  • QoS terbatas (ToS)
  • NAT diperlukan

🟦 IPv6 – Generasi Baru

  • 128-bit address space
  • 340 undecillion alamat
  • Notasi heksadesimal (colon)
  • IPSec wajib (built-in)
  • Multicast & Anycast
  • Header lebih sederhana (40 byte)
  • Flow Label untuk QoS
  • End-to-end tanpa NAT
Tahukah Kamu?

Jumlah alamat IPv6 adalah 2¹²⁸ = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat. Ini setara dengan sekitar 340 undecillion — atau cukup untuk memberikan lebih dari 50 oktilion alamat IP per setiap meter persegi permukaan Bumi!

2.1 Format Dasar

Alamat IPv6 terdiri dari 128 bit yang dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing 16 bit (4 digit heksadesimal), dan dipisahkan oleh tanda titik dua (:).

CONTOH ALAMAT IPv6 LENGKAP
2001: 0db8: 85a3: 0000: 0000: 8a2e: 0370: 7334
[Grup 1] ·  [Grup 2] ·  [Grup 3] ·  [Grup 4] ·  [Grup 5] ·  [Grup 6] ·  [Grup 7] ·  [Grup 8]
Total: 8 × 16 bit = 128 bit
Bit 0–31
32 bit
Grup 1–2
Bit 32–63
32 bit
Grup 3–4
Bit 64–95
32 bit
Grup 5–6
Bit 96–127
32 bit
Grup 7–8

Sistem Heksadesimal dalam IPv6

Setiap kelompok (grup) terdiri dari 4 digit heksadesimal. Heksadesimal menggunakan basis 16, dengan angka 0–9 dan huruf a–f (atau A–F):

DesimalHeksadesimalBiner
000000
991001
10a1010
11b1011
12c1100
13d1101
14e1110
15f1111
255ff11111111
65535ffff1111111111111111

2.2 Aturan Penulisan dan Notasi

Penulisan alamat IPv6 mengikuti standar RFC 5952 agar konsisten dan mudah dibaca. Ada dua aturan utama:

Aturan 1 – Leading Zero Omission (Menghilangkan Nol di Depan)

Nol di paling kiri (leading zeros) dalam setiap kelompok 16-bit boleh dihilangkan:

Aturan Leading Zero # Sebelum kompresi (penulisan penuh) 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334 # Sesudah kompresi leading zero 2001:db8:85a3:0:0:8a2e:370:7334 # Penjelasan: # 0db8 → db8 (hilangkan leading '0') # 0000 → 0 (minimum 1 digit harus ada) # 0370 → 370 (hilangkan leading '0')
Perhatian Penting

Leading zero hanya boleh dihilangkan di awal setiap kelompok. Misalnya 0db8 menjadi db8, bukan db8 diubah menjadi sesuatu yang lain. Minimal satu digit (angka 0) harus tetap ada jika seluruh kelompok bernilai nol.

Aturan 2 – Double Colon (::) – Zero Compression

Satu atau lebih kelompok berurutan yang seluruhnya bernilai 0000 dapat digantikan sekali dengan tanda :: (double colon).

Zero Compression # Alamat penuh: 2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001 # Langkah 1 – Hapus leading zeros: 2001:db8:0:0:0:0:0:1 # Langkah 2 – Ganti kelompok nol berurutan dengan :: 2001:db8::1 ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ # Contoh lain: fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329 → fe80::202:b3ff:fe1e:8329 # Loopback IPv6: 0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 → ::1
Aturan Kritis: :: Hanya Boleh Satu Kali!

Dalam satu alamat IPv6, tanda :: hanya boleh muncul satu kali. Jika digunakan dua kali, sistem tidak dapat menentukan berapa kelompok nol yang diwakili masing-masing ::. Contoh: 2001::85a3::7334 adalah TIDAK VALID.

Latihan: Kompresi Alamat IPv6

Alamat LengkapSetelah KompresiKeterangan
2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001 2001:db8::1 6 kelompok nol berurutan → ::
fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329 fe80::202:b3ff:fe1e:8329 3 kelompok nol → ::
0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 ::1 Loopback address
0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000 :: Unspecified address
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334 2001:db8:85a3::8a2e:370:7334 2 kelompok nol → ::
2001:0db8:0001:0002:0003:0004:0005:0006 2001:db8:1:2:3:4:5:6 Hanya leading zero, tidak ada :: karena tidak ada kelompok 0000

2.3 Prefix Length (Panjang Prefiks)

Seperti pada IPv4 yang menggunakan subnet mask, IPv6 menggunakan notasi prefix length atau CIDR untuk menentukan bagian jaringan dari sebuah alamat. Prefix length ditulis setelah garis miring (/).

Prefix Length # Format: [alamat-IPv6] / [panjang-prefix] 2001:db8:85a3::/48 ← Prefix 48 bit = bagian jaringan 2001:db8:85a3:1::/64 ← Prefix 64 bit (paling umum) 2001:db8::1/128 ← Satu host spesifik # Contoh dengan interface: # Interface Router mendapat alamat: 2001:db8:1::1/64 # Artinya: host di jaringan 2001:db8:1::/64
PrefixKegunaan UmumJumlah Host
/32Blok ISP Level 12⁹⁶
/48Blok untuk satu organisasi/perusahaan2⁸⁰
/56Blok untuk pelanggan rumahan ISP2⁷²
/64Subnet standar (satu segmen LAN)2⁶⁴ ≈ 18 kuintilion
/128Satu host tunggal (loopback, dll)1

IPv6 mendefinisikan tiga jenis alamat utama. Tidak ada lagi broadcast seperti di IPv4 — fungsinya digantikan oleh multicast yang lebih efisien.

3.1 Unicast

Alamat Unicast mengidentifikasi satu antarmuka (interface) tunggal. Paket dikirim dari satu pengirim ke satu penerima.

a. Global Unicast Address (GUA)

Setara dengan alamat IP publik pada IPv4. Dapat dirutekan di internet global. Dimulai dengan prefix 2000::/3 (bit pertama 001).

# Contoh GUA: 2001:0db8:85a3::8a2e:370:7334 # Struktur GUA /64: |<--- 48 bit Global Routing Prefix --->|<- 16 bit Subnet ID ->|<--- 64 bit Interface ID --->| 2001:0db8:85a3 :0001 :0000:0000:8a2e:0370:7334

b. Link-Local Address (LLA)

Digunakan untuk komunikasi dalam satu segmen jaringan (link) yang sama. Tidak dapat dirutekan melewati router. Selalu dimulai dengan fe80::/10.

# Contoh Link-Local: fe80::202:b3ff:fe1e:8329 # Dibuat otomatis dari MAC address menggunakan EUI-64: MAC: 00:02:b3:1e:83:29 LLA: fe80::0202:b3ff:fe1e:8329 # (Bit ke-7 dibalik, dan fffe disisipkan di tengah MAC)

c. Loopback Address

Alamat ::1 adalah loopback IPv6 — setara dengan 127.0.0.1 di IPv4. Digunakan untuk menguji stack TCP/IP pada perangkat sendiri.

d. Unspecified Address

Alamat :: (semua bit nol) digunakan sebagai alamat sumber saat antarmuka belum memiliki alamat, misalnya saat proses SLAAC (Stateless Address Autoconfiguration) berlangsung.

e. Unique Local Address (ULA)

Setara dengan alamat privat IPv4 (RFC 1918). Prefix fc00::/7, biasanya dimulai dengan fd. Dapat digunakan secara bebas di jaringan internal tetapi tidak dirutekan di internet.

Jenis UnicastPrefix/RentangScopeKeterangan
Global Unicast 2000::/3 Global Dapat dirutekan di internet
Link-Local fe80::/10 Link Hanya satu segmen LAN
Unique Local fc00::/7 Site Jaringan internal organisasi
Loopback ::1/128 Host Uji coba lokal (self-test)
Unspecified ::/128 N/A Sumber saat belum ada alamat

3.2 Multicast

Alamat Multicast mengidentifikasi sekelompok antarmuka. Paket dikirim satu kali oleh pengirim, tetapi diterima oleh semua anggota grup. Prefix IPv6 multicast adalah ff00::/8.

Analogi Multicast

Multicast seperti siaran radio — satu pengirim, banyak penerima (yang mau mendengarkan). Lebih efisien dari broadcast karena hanya perangkat yang “join group” yang memproses paket.

Format Alamat Multicast:

# Format: ff[flags][scope]::[group ID] ff02::1 ← All Nodes Multicast (scope: link-local) ff02::2 ← All Routers Multicast (scope: link-local) ff02::fb ← mDNS (Multicast DNS) ff05::2 ← All Routers (scope: site-local) # Flags: 4 bit (0RPT) # Scope: 4 bit → 2=link, 5=site, 8=org, e=global

3.3 Anycast

Alamat Anycast diassign ke beberapa antarmuka (biasanya di lokasi berbeda), tetapi paket hanya dikirim ke satu penerima terdekat secara routing. Ini sangat berguna untuk load balancing dan high availability.

Analogi Anycast

Anycast seperti mencari minimarket terdekat — Anda tidak peduli minimarket mana yang mengantarkan, yang penting yang terdekat dan tercepat. Server DNS Google (8.8.8.8 di IPv4) menggunakan anycast agar permintaan DNS diarahkan ke server Google terdekat secara geografis.

JenisPenerimaContoh PenggunaanPengganti IPv4?
Unicast Satu antarmuka spesifik Komunikasi host-to-host biasa ✅ Ya
Multicast Semua anggota grup Video streaming, neighbor discovery ✅ Mengganti broadcast
Anycast Satu (yang terdekat) DNS resolver, CDN ⭕ Fitur baru di IPv6

4.1 Struktur Header IPv6

Header IPv6 dirancang lebih sederhana dan efisien dibanding IPv4. Header dasar memiliki ukuran tetap 40 byte (bandingkan IPv4 yang 20–60 byte).

IPv6 Header – 40 Byte ┌────────────┬────────────┬─────────────────────────────────┐ │ VersionTr. ClassFlow Label (20 bit) │ │ (4 bit) │ (8 bit) │ │ ├────────────┴────────────┴──────────────────┬──────────────┤ │ Payload Length (16 bit)Next Header │ │ │ (8 bit) │ ├────────────────────────────────────────────┴──────────────┤ │ Hop Limit (8 bit) │ ├───────────────────────────────────────────────────────────┤ │ │ │ Source Address (128 bit) │ │ │ ├───────────────────────────────────────────────────────────┤ │ │ │ Destination Address (128 bit) │ │ │ └───────────────────────────────────────────────────────────┘
FieldUkuranFungsi
Version4 bitSelalu bernilai 6 (untuk IPv6)
Traffic Class8 bitPrioritas paket (QoS), setara ToS IPv4
Flow Label20 bitBaru di IPv6 – identifikasi aliran data untuk QoS
Payload Length16 bitUkuran data setelah header (dalam byte)
Next Header8 bitMenunjuk header ekstensi berikutnya atau protokol layer atas (TCP=6, UDP=17, ICMPv6=58)
Hop Limit8 bitSetara TTL di IPv4 – dikurangi 1 setiap melewati router; paket dibuang saat 0
Source Address128 bitAlamat IPv6 pengirim
Destination Address128 bitAlamat IPv6 penerima

4.2 SLAAC – Konfigurasi Otomatis

SLAAC (Stateless Address Autoconfiguration) adalah mekanisme unik IPv6 yang memungkinkan perangkat mengonfigurasi alamat IPv6-nya sendiri tanpa server DHCP. Perangkat cukup mendengarkan Router Advertisement (RA) dari router untuk mengetahui prefix jaringan, lalu menggabungkannya dengan Interface ID (dari MAC address via EUI-64 atau random).

Proses SLAAC # Langkah 1: Perangkat baru bergabung ke jaringan Perangkat → Router Solicitation (RS) → Router # Langkah 2: Router membalas dengan informasi prefix Router → Router Advertisement (RA) → Perangkat Isi: Prefix = 2001:db8:1::/64 # Langkah 3: Perangkat buat Interface ID dari MAC address MAC: 00:1A:2B:3C:4D:5E EUI-64: 021A:2BFF:FE3C:4D5E # (bit ke-7 dibalik: 00→02, fffe disisipkan di tengah) # Langkah 4: Gabungkan prefix + Interface ID Alamat Final: 2001:db8:1::21a:2bff:fe3c:4d5e/64 # Langkah 5: DAD (Duplicate Address Detection) via ICMPv6 Cek: apakah ada perangkat lain dengan alamat yang sama?

4.3 ICMPv6 dan Neighbor Discovery Protocol (NDP)

IPv6 menggunakan ICMPv6 yang diperluas dengan Neighbor Discovery Protocol (NDP) untuk menggantikan ARP (Address Resolution Protocol) yang digunakan IPv4. NDP menggunakan multicast sehingga jauh lebih efisien.

FungsiIPv4IPv6 (ICMPv6/NDP)
Resolusi MAC dari IPARP Request/ReplyNeighbor Solicitation/Advertisement
Konfigurasi otomatisDHCPSLAAC + Router Advertisement
Uji konektivitasICMP Echo (ping)ICMPv6 Echo Request/Reply
Deteksi routerTidak ada standarRouter Solicitation/Advertisement
Deteksi alamat duplikatARP probeDAD (Duplicate Address Detection)
Praktikum 1

Mengidentifikasi dan Mengompresi Alamat IPv6

⏱ 30 Menit | 👥 Mandiri | 💻 Kertas/Papan Tulis

Tujuan:

murid mampu menerapkan aturan kompresi alamat IPv6 dengan benar.

Langkah Kerja:

  1. Tulis alamat IPv6 lengkap berikut di buku catatan: 2001:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001
  2. Identifikasi kelompok-kelompok yang memiliki leading zeros dan hapus nol di depan.
  3. Identifikasi rangkaian kelompok 0000 yang berurutan dan terpanjang.
  4. Gantikan rangkaian terpanjang tersebut dengan ::.
  5. Tuliskan hasil akhir kompresi dan verifikasi dengan pasangan.
  6. Kerjakan untuk seluruh alamat di tabel latihan yang diberikan guru.

Tabel Latihan:

#Alamat LengkapHasil Kompresi
1fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329…………………
22001:0db8:0000:0001:0000:0000:0000:0001…………………
30000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001…………………
42001:0db8:0000:0000:0001:0000:0000:0001…………………
5ff02:0000:0000:0000:0000:0001:ff00:0001…………………
Praktikum 2

Konfigurasi IPv6 di Linux / Windows

⏱ 45 Menit | 👥 Kelompok (2 orang) | 💻 PC/Laptop

Tujuan:

murid mampu mengonfigurasi alamat IPv6 statis dan memverifikasi konektivitas antar host.

Topologi:

PC-A ─────────── Switch ─────────── PC-B (2001:db8::1/64) (2001:db8::2/64)

Langkah Kerja di Linux:

  1. Buka terminal dan cek antarmuka jaringan: ip link show
  2. Tambahkan alamat IPv6 ke antarmuka (ganti eth0 sesuai nama antarmuka):
    sudo ip -6 addr add 2001:db8::1/64 dev eth0
  3. Verifikasi konfigurasi alamat:
    ip -6 addr show dev eth0
  4. Uji konektivitas ke PC-B dengan ping IPv6:
    ping6 2001:db8::2 # atau: ping -6 2001:db8::2
  5. Lihat tabel neighbor (setara ARP table di IPv4):
    ip -6 neigh show
  6. Dokumentasikan hasil setiap langkah dengan tangkapan layar (screenshot).

Langkah Kerja di Windows (PowerShell/CMD):

  1. Buka PowerShell sebagai Administrator.
  2. Lihat antarmuka jaringan: Get-NetAdapter atau ipconfig
  3. Tambahkan alamat IPv6 statis:
    New-NetIPAddress -InterfaceAlias "Ethernet" ` -IPAddress "2001:db8::1" ` -PrefixLength 64
  4. Verifikasi konfigurasi: ipconfig /all
  5. Ping ke PC-B: ping 2001:db8::2
  6. Lihat neighbor cache: netsh interface ipv6 show neighbors
  7. Dokumentasikan hasilnya.
Praktikum 3 – Lanjutan

Analisis dengan Wireshark

⏱ 30 Menit | 👥 Kelompok (2-3 orang) | 💻 PC dengan Wireshark

Tujuan:

murid mampu mengidentifikasi header IPv6 dalam paket jaringan nyata menggunakan Wireshark.

  1. Buka Wireshark dan mulai capture pada antarmuka yang terhubung.
  2. Filter tampilan dengan: ipv6 di kolom filter display Wireshark.
  3. Lakukan ping IPv6 ke perangkat lain: ping6 fe80::1
  4. Hentikan capture dan klik salah satu paket ICMPv6.
  5. Expand bagian Internet Protocol Version 6 dan identifikasi setiap field header.
  6. Catat: Version, Traffic Class, Flow Label, Payload Length, Next Header, Hop Limit, Source & Destination Address.
  7. Cari paket Neighbor Solicitation dan Neighbor Advertisement — analisis fungsinya.
  8. Buat laporan singkat dengan screenshot yang dianotasi.
Tips Wireshark

Gunakan filter icmpv6 untuk hanya melihat paket ICMPv6. Filter ipv6.src == 2001:db8::1 untuk hanya melihat paket dari alamat tertentu. Klik kanan field mana saja dan pilih “Apply as Column” untuk menampilkannya di daftar paket.

Evaluasi Kognitif

Soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep IPv6 (C1–C4 Taksonomi Bloom).

📝 Soal Pilihan Ganda

Pilih satu jawaban yang paling tepat untuk setiap pertanyaan berikut.

SOAL 01 · C1 – Mengingat

Berapa panjang total alamat IPv6 dalam bit?

  • 32 bit
  • 64 bit
  • 128 bit ✓
  • 256 bit
SOAL 02 · C1 – Mengingat

Alamat IPv6 loopback yang setara dengan 127.0.0.1 pada IPv4 adalah…

  • fe80::1
  • ::1 ✓
  • ::0
  • ff02::1
SOAL 03 · C2 – Memahami

Alamat fe80::1 termasuk jenis alamat IPv6 apakah?

  • Global Unicast
  • Link-Local Unicast ✓
  • Multicast
  • Anycast
SOAL 04 · C2 – Memahami

Manakah bentuk kompresi yang benar dari alamat 2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001?

  • 2001:db8::0::1
  • 2001:db8::1 ✓
  • 2001:db8:0:1
  • 2001::db8::1
SOAL 05 · C2 – Memahami

Berapa jumlah kelompok (grup) heksadesimal yang terdapat dalam satu alamat IPv6?

  • 4
  • 6
  • 8 ✓
  • 16
SOAL 06 · C3 – Menerapkan

Manakah kompresi yang SALAH dari alamat IPv6 berikut?

  • fe80::1 (dari fe80:0000:…:0001)
  • 2001:db8::1:2 (dari 2001:db8:0:0:0:0:1:2)
  • 2001::db8::1 ✓ (SALAH – :: tidak boleh dua kali)
  • ::1 (dari 0000:…:0001)
SOAL 07 · C3 – Menerapkan

Jika sebuah antarmuka mendapat prefix 2001:db8::/64 dari Router Advertisement dan MAC address-nya aa:bb:cc:dd:ee:ff, proses pembentukan Interface ID menggunakan…

  • DHCP server
  • EUI-64 atau Privacy Extension ✓
  • ARP request
  • DNS lookup
SOAL 08 · C4 – Menganalisis

Mengapa IPv6 tidak menggunakan broadcast? Apa yang menggantikan fungsinya?

  • Karena IPv6 terlalu besar; digantikan oleh anycast
  • Karena broadcast tidak efisien; digantikan oleh multicast yang lebih selektif ✓
  • Karena IPv6 menggunakan UDP; digantikan oleh TCP
  • Karena IPv6 tidak mendukung layer 2; digantikan oleh MPLS

Soal Esai (Uraian)

ESAI 01 · C2

Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri apa yang dimaksud dengan “zero compression” (::) dalam penulisan alamat IPv6, dan sebutkan aturan yang harus dipatuhi!

ESAI 02 · C3

Kompres alamat IPv6 berikut ke bentuk paling singkat dan jelaskan setiap langkahnya:
2001:0db8:0000:0001:0000:0000:0000:00ff

ESAI 03 · C4

Bandingkan mekanisme konfigurasi alamat otomatis pada IPv4 (DHCP) dengan SLAAC pada IPv6. Apa keunggulan SLAAC? Apa keterbatasannya?

ESAI 04 · C4

Sebuah kantor akan bermigrasi dari IPv4 ke IPv6. Jelaskan tiga keuntungan utama yang akan diperoleh organisasi tersebut dengan menggunakan IPv6!

Evaluasi Afektif

Instrumen penilaian sikap dan karakter selama proses pembelajaran (A1–A4 Taksonomi Krathwohl).

Dasar Penilaian Afektif

Penilaian afektif mengacu pada Permendikbud No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Bernalar Kritis, Bergotong Royong, dan Mandiri.

Rubrik Observasi Sikap

Aspek Sikap Indikator Skor 4 (SB) Skor 3 (B) Skor 2 (C) Skor 1 (K)
Ketelitian Akurasi penulisan dan kompresi alamat IPv6 Semua alamat benar dan sesuai aturan Sebagian besar benar, maks. 1 kesalahan 2–3 kesalahan namun memahami prosedur Lebih dari 3 kesalahan atau asal-asalan
Kolaborasi Kerja sama dalam kegiatan kelompok/praktikum Aktif memberi kontribusi dan membantu teman Terlibat aktif, sesekali membantu Terlibat tetapi pasif, perlu dorongan guru Tidak terlibat atau mengganggu kelompok
Disiplin & Tanggung Jawab Ketepatan waktu, kelengkapan tugas, kebersihan lab Selalu tepat waktu, tugas lengkap, lab rapi Hampir selalu tepat waktu, tugas lengkap Kadang terlambat, tugas kurang lengkap Sering terlambat, tugas tidak selesai
Rasa Ingin Tahu Keterlibatan dalam diskusi, bertanya kritis Sering bertanya kritis dan mencari informasi mandiri Bertanya ketika ada yang tidak dipahami Jarang bertanya, perlu stimulus guru Tidak menunjukkan rasa ingin tahu
Menghargai Karya Orang Lain Respons terhadap presentasi/laporan teman Memberikan feedback konstruktif, tidak meremehkan Mendengarkan dan merespons dengan baik Mendengarkan namun tidak merespons Tidak memperhatikan atau bersikap negatif

Lembar Refleksi Diri (Self-Assessment)

murid mengisi lembar refleksi di akhir pembelajaran dengan jujur:

#PernyataanSangat SetujuSetujuTidak Setuju
1Saya memahami pentingnya IPv6 bagi perkembangan internet masa depan
2Saya merasa percaya diri menulis alamat IPv6 dengan kompresi yang benar
3Saya aktif berkontribusi dalam kegiatan kelompok praktikum
4Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang protokol jaringan modern
5Saya telah menerapkan prosedur keamanan dalam penggunaan peralatan lab

Pertanyaan Refleksi Tertulis:

1. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari tentang IPv6 hari ini?

2. Apa yang masih membingungkan dan ingin kamu pelajari lebih lanjut?

3. Bagaimana IPv6 berhubungan dengan kehidupan sehari-hari atau pekerjaan di bidang jaringan?

Evaluasi Psikomotorik

Rubrik penilaian keterampilan konfigurasi dan analisis IPv6 pada perangkat nyata (P1–P4 Taksonomi Dave).

Rubrik Penilaian Praktikum

Aspek Keterampilan Indikator 4 (Mahir) 3 (Cakap) 2 (Berkembang) 1 (Pemula)
Konfigurasi Alamat IPv6 Memasukkan alamat IPv6 statis pada antarmuka perangkat Benar tanpa bantuan, prefix tepat, gateway benar Benar dengan 1 koreksi minor, tanpa bantuan guru Perlu 1–2 kali bimbingan, ada kesalahan prefix Tidak dapat melakukan tanpa bimbingan penuh
Verifikasi Konektivitas Menggunakan ping6 dan perintah diagnostik Menggunakan berbagai perintah (ping, traceroute, ip neigh) dengan benar Berhasil ping6 dan menjelaskan hasilnya Berhasil ping6 tapi tidak dapat menjelaskan output Gagal melakukan ping atau salah interpretasi
Analisis Paket Wireshark Mengidentifikasi field header IPv6 di Wireshark Mengidentifikasi semua field + NDP dengan penjelasan tepat Mengidentifikasi minimal 5 field header IPv6 Mengidentifikasi 2–4 field dengan beberapa kesalahan Tidak dapat mengidentifikasi field header
Dokumentasi / Laporan Kelengkapan dan kualitas laporan praktikum Laporan lengkap, terstruktur, screenshot teranotasi, analisis mendalam Laporan lengkap, screenshot ada, analisis cukup Laporan kurang lengkap, screenshot minim Laporan tidak dibuat atau sangat tidak lengkap
Keamanan & Prosedur K3 Menggunakan peralatan sesuai prosedur K3 Selalu patuh K3, merapikan alat setelah selesai Patuh K3, perlu 1 pengingat Kurang patuh K3, perlu beberapa pengingat Tidak memperhatikan K3, membahayakan

Penghitungan Nilai

KomponenBobotCara Menghitung
Kognitif (Pilihan Ganda + Esai)40%(Jumlah benar / Total soal) × 100 × 0,4
Afektif (Observasi sikap)20%(Total skor aspek / 20) × 100 × 0,2
Psikomotorik (Praktikum + Laporan)40%(Total skor aspek / 20) × 100 × 0,4

Nilai Akhir = Nilai Kognitif + Nilai Afektif + Nilai Psikomotorik

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 75

Glosarium

Anycast
Jenis alamat IPv6 yang diassign ke beberapa antarmuka; paket dikirim ke antarmuka terdekat secara routing.
DAD
Duplicate Address Detection – mekanisme IPv6 menggunakan ICMPv6 untuk memastikan tidak ada dua perangkat menggunakan alamat yang sama dalam satu jaringan.
EUI-64
Extended Unique Identifier 64-bit – metode pembentukan Interface ID dari alamat MAC 48-bit dengan menyisipkan fffe di tengah dan membalik bit ke-7.
GUA
Global Unicast Address – alamat IPv6 yang dapat dirutekan secara global di internet, dimulai dengan 2000::/3.
Heksadesimal
Sistem bilangan basis 16 menggunakan digit 0–9 dan a–f. Digunakan dalam penulisan alamat IPv6.
ICMPv6
Internet Control Message Protocol version 6 – protokol pesan kontrol dan diagnostik untuk IPv6, mencakup fungsi NDP, DAD, ping, dll.
IETF
Internet Engineering Task Force – organisasi standar internasional yang mengembangkan dan mempromosikan standar internet termasuk IPv6.
Interface ID
Bagian 64-bit bawah dari alamat IPv6 yang mengidentifikasi antarmuka dalam sebuah subnet.
Link-Local
Alamat IPv6 yang hanya valid dalam satu segmen jaringan (link), tidak dapat dirutekan. Selalu dimulai dengan fe80::/10.
Multicast
Jenis alamat IPv6 yang mengidentifikasi sekelompok antarmuka; paket dikirim ke semua anggota grup. Dimulai dengan ff00::/8.
NAT
Network Address Translation – teknik penerjemahan alamat IP untuk memungkinkan banyak perangkat berbagi satu alamat IPv4 publik; tidak diperlukan di IPv6.
NDP
Neighbor Discovery Protocol – protokol IPv6 yang menggantikan ARP, menangani resolusi alamat, router discovery, dan konfigurasi otomatis.
Prefix Length
Angka setelah tanda / yang menunjukkan berapa bit pertama alamat IPv6 yang merupakan bagian jaringan (network portion).
RFC
Request for Comments – dokumen standar teknis yang diterbitkan IETF. IPv6 didefinisikan dalam RFC 8200.
SLAAC
Stateless Address Autoconfiguration – mekanisme IPv6 yang memungkinkan perangkat mengonfigurasi alamat sendiri berdasarkan Router Advertisement tanpa DHCP.
ULA
Unique Local Address – alamat IPv6 untuk penggunaan internal (setara IP privat IPv4). Prefix fc00::/7, biasanya dimulai fd.
Unicast
Jenis alamat IPv6 yang mengidentifikasi satu antarmuka tunggal; paket dikirim dari satu pengirim ke satu penerima.
Zero Compression
Teknik penyingkatan penulisan alamat IPv6 dengan menggantikan satu atau lebih kelompok 0000 berurutan dengan ::; hanya boleh digunakan sekali per alamat.

Daftar Pustaka & Referensi

  • Deering, S. & Hinden, R. (2017). Internet Protocol, Version 6 (IPv6) Specification. RFC 8200. Internet Engineering Task Force (IETF). https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc8200
  • IANA – IPv6 Address Space. (2023). IANA IPv6 Special-Purpose Address Registry. Internet Assigned Numbers Authority. https://www.iana.org/assignments/ipv6-address-space/
  • Stallings, W. (2022). Data and Computer Communications (11th ed.). Pearson Education.
  • Forouzan, B. A. (2021). Data Communications and Networking (6th ed.). McGraw-Hill Education.
  • APNIC Learning. (2023). IPv6 Fundamentals. Asia-Pacific Network Information Centre. https://learn.apnic.net/
  • Hinden, R. & Abbagnaro, L. (2003). IP Version 6 Addressing Architecture. RFC 3513. IETF. https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc3513
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2022). Capaian Pembelajaran SMK/MAK Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Fase E. Kemendikbudristek.
  • Cisco Networking Academy. (2023). CCNA: Introduction to Networks – Module: IPv6 Addressing. Cisco Systems. https://www.netacad.com/
  • Sukmana, H. T., & Afrianto, I. (2020). Administrasi Infrastruktur Jaringan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Buku Teks Pelajaran SMK).
  • IPv6.com. (2024). IPv6 Tutorial and Reference Guide. https://ipv6.com/articles/
  • Internet Society. (2023). Deploy360 – IPv6 Resources and Best Practices. ISOC. https://www.internetsociety.org/deploy360/ipv6/
Sumber Belajar Tambahan yang Direkomendasikan

Untuk memperdalam pemahaman IPv6, murid dapat mengakses: (1) Cisco Packet Tracer untuk simulasi jaringan IPv6 gratis, (2) GNS3 untuk emulasi router Cisco/Juniper dengan IPv6, (3) Portal belajar APNIC Learn di learn.apnic.net, dan (4) Video tutorial “IPv6 Fundamentals” di YouTube channel Cisco Learning Network.