Mengenal Internet Protocol version 6 (IPv6)
Mengenal IPv6
Alamat Internet Masa Depan
Dasar Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Tujuan Pembelajaran & Kompetensi
🎯 Tujuan Pembelajaran Utama
Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu:
- Menjelaskan latar belakang dan kebutuhan pengembangan IPv6 dari IPv4
- Mengidentifikasi struktur dan format penulisan alamat IPv6 (128-bit, 8 kelompok heksadesimal)
- Menerapkan aturan kompresi (zero compression dan leading zero) pada penulisan alamat IPv6
- Mengklasifikasikan jenis-jenis alamat IPv6 (Unicast, Multicast, Anycast) beserta contohnya
- Menjelaskan perbedaan utama header IPv4 dan IPv6
- Mengonfigurasi alamat IPv6 secara sederhana pada perangkat jaringan
- Menunjukkan sikap teliti, kolaboratif, dan bertanggung jawab dalam kegiatan praktikum jaringan
Kognitif (C1–C4)
Memahami, menjelaskan, menganalisis struktur dan jenis alamat IPv6 (Taksonomi Bloom)
Afektif (A1–A4)
Menghargai pentingnya IPv6, bersikap teliti, dan berkolaborasi dalam tim jaringan
Psikomotorik (P1–P4)
Mengonfigurasi, memverifikasi, dan mendokumentasikan alamat IPv6 pada perangkat
Elemen ini sesuai dengan CP Fase E TJKT pada kompetensi Pengalamatan Jaringan, yaitu murid memahami pengalamatan pada jaringan komputer lokal maupun luas, termasuk IPv4 dan IPv6.
Latar Belakang & Motivasi IPv6
Mengapa dunia membutuhkan protokol internet generasi baru?
1.1 Keterbatasan IPv4
Protokol IPv4 (Internet Protocol version 4) diciptakan pada tahun 1981 melalui RFC 791. Pada saat itu, para insinyur memperkirakan bahwa 4,3 miliar alamat IP (2³² = 4.294.967.296) sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan internet. Namun, ledakan pengguna internet, smartphone, perangkat IoT, dan layanan cloud menghabiskan ruang alamat tersebut jauh lebih cepat dari perkiraan.
IANA (Internet Assigned Numbers Authority) telah menghabiskan seluruh blok IPv4 tingkat atas pada 3 Februari 2011. Berbagai Regional Internet Registry (RIR) seperti APNIC (Asia Pasifik) menyatakan kehabisan IPv4 bebas pada 2011. Ini dikenal sebagai IPv4 Address Exhaustion.
Masalah Utama IPv4:
| Masalah | Penjelasan | Dampak |
|---|---|---|
| Kehabisan Alamat | Hanya 4,3 miliar alamat tersedia | NAT wajib digunakan secara masif |
| Kompleksitas NAT | NAT mempersulit end-to-end connectivity | P2P, VoIP, gaming terganggu |
| Konfigurasi Manual | IP sering dikonfigurasi manual | Rawan kesalahan administrator |
| Keamanan Opsional | IPSec tidak wajib di IPv4 | Rentan terhadap serangan jaringan |
| Efisiensi Routing | Tabel routing sangat besar | Kinerja router menurun |
1.2 Lahirnya IPv6
IPv6 (Internet Protocol version 6) dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) dan didefinisikan dalam RFC 2460 (1998), kemudian diperbarui oleh RFC 8200 (2017). IPv6 dirancang untuk mengatasi semua keterbatasan IPv4 sekaligus mempersiapkan infrastruktur internet untuk dekade-dekade mendatang.
Bayangkan IPv4 seperti nomor telepon 6 digit—cukup untuk satu kota kecil. Ketika populasi meledak, nomor 6 digit tidak cukup, maka diciptakan nomor 10-12 digit. IPv6 adalah “nomor telepon” 32 karakter heksadesimal—cukup untuk triliunan perangkat!
⬛ IPv4 – Generasi Lama
- 32-bit address space
- ~4,3 miliar alamat
- Notasi desimal bertitik
- IPSec opsional
- Broadcast tersedia
- Header kompleks (20-60 byte)
- QoS terbatas (ToS)
- NAT diperlukan
🟦 IPv6 – Generasi Baru
- 128-bit address space
- 340 undecillion alamat
- Notasi heksadesimal (colon)
- IPSec wajib (built-in)
- Multicast & Anycast
- Header lebih sederhana (40 byte)
- Flow Label untuk QoS
- End-to-end tanpa NAT
Jumlah alamat IPv6 adalah 2¹²⁸ = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat. Ini setara dengan sekitar 340 undecillion — atau cukup untuk memberikan lebih dari 50 oktilion alamat IP per setiap meter persegi permukaan Bumi!
Struktur Alamat IPv6
Memahami format 128-bit dan cara penulisan heksadesimal
2.1 Format Dasar
Alamat IPv6 terdiri dari 128 bit yang dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing 16 bit (4 digit heksadesimal), dan dipisahkan oleh tanda titik dua (:).
Sistem Heksadesimal dalam IPv6
Setiap kelompok (grup) terdiri dari 4 digit heksadesimal. Heksadesimal menggunakan basis 16, dengan angka 0–9 dan huruf a–f (atau A–F):
| Desimal | Heksadesimal | Biner |
|---|---|---|
| 0 | 0 | 0000 |
| 9 | 9 | 1001 |
| 10 | a | 1010 |
| 11 | b | 1011 |
| 12 | c | 1100 |
| 13 | d | 1101 |
| 14 | e | 1110 |
| 15 | f | 1111 |
| 255 | ff | 11111111 |
| 65535 | ffff | 1111111111111111 |
2.2 Aturan Penulisan dan Notasi
Penulisan alamat IPv6 mengikuti standar RFC 5952 agar konsisten dan mudah dibaca. Ada dua aturan utama:
Aturan 1 – Leading Zero Omission (Menghilangkan Nol di Depan)
Nol di paling kiri (leading zeros) dalam setiap kelompok 16-bit boleh dihilangkan:
# Sebelum kompresi (penulisan penuh)
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
# Sesudah kompresi leading zero
2001:db8:85a3:0:0:8a2e:370:7334
# Penjelasan:
# 0db8 → db8 (hilangkan leading '0')
# 0000 → 0 (minimum 1 digit harus ada)
# 0370 → 370 (hilangkan leading '0')
Leading zero hanya boleh dihilangkan di awal setiap kelompok. Misalnya 0db8 menjadi db8, bukan db8 diubah menjadi sesuatu yang lain. Minimal satu digit (angka 0) harus tetap ada jika seluruh kelompok bernilai nol.
Aturan 2 – Double Colon (::) – Zero Compression
Satu atau lebih kelompok berurutan yang seluruhnya bernilai 0000 dapat digantikan sekali dengan tanda :: (double colon).
# Alamat penuh:
2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001
# Langkah 1 – Hapus leading zeros:
2001:db8:0:0:0:0:0:1
# Langkah 2 – Ganti kelompok nol berurutan dengan ::
2001:db8::1
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
# Contoh lain:
fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329
→ fe80::202:b3ff:fe1e:8329
# Loopback IPv6:
0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001
→ ::1
Dalam satu alamat IPv6, tanda :: hanya boleh muncul satu kali. Jika digunakan dua kali, sistem tidak dapat menentukan berapa kelompok nol yang diwakili masing-masing ::. Contoh: 2001::85a3::7334 adalah TIDAK VALID.
Latihan: Kompresi Alamat IPv6
| Alamat Lengkap | Setelah Kompresi | Keterangan |
|---|---|---|
2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001 |
2001:db8::1 |
6 kelompok nol berurutan → :: |
fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329 |
fe80::202:b3ff:fe1e:8329 |
3 kelompok nol → :: |
0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 |
::1 |
Loopback address |
0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000 |
:: |
Unspecified address |
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334 |
2001:db8:85a3::8a2e:370:7334 |
2 kelompok nol → :: |
2001:0db8:0001:0002:0003:0004:0005:0006 |
2001:db8:1:2:3:4:5:6 |
Hanya leading zero, tidak ada :: karena tidak ada kelompok 0000 |
2.3 Prefix Length (Panjang Prefiks)
Seperti pada IPv4 yang menggunakan subnet mask, IPv6 menggunakan notasi prefix length atau CIDR untuk menentukan bagian jaringan dari sebuah alamat. Prefix length ditulis setelah garis miring (/).
# Format: [alamat-IPv6] / [panjang-prefix]
2001:db8:85a3::/48 ← Prefix 48 bit = bagian jaringan
2001:db8:85a3:1::/64 ← Prefix 64 bit (paling umum)
2001:db8::1/128 ← Satu host spesifik
# Contoh dengan interface:
# Interface Router mendapat alamat:
2001:db8:1::1/64
# Artinya: host di jaringan 2001:db8:1::/64
| Prefix | Kegunaan Umum | Jumlah Host |
|---|---|---|
/32 | Blok ISP Level 1 | 2⁹⁶ |
/48 | Blok untuk satu organisasi/perusahaan | 2⁸⁰ |
/56 | Blok untuk pelanggan rumahan ISP | 2⁷² |
/64 | Subnet standar (satu segmen LAN) | 2⁶⁴ ≈ 18 kuintilion |
/128 | Satu host tunggal (loopback, dll) | 1 |
Jenis-Jenis Alamat IPv6
Unicast, Multicast, dan Anycast — fungsi dan penggunaannya
IPv6 mendefinisikan tiga jenis alamat utama. Tidak ada lagi broadcast seperti di IPv4 — fungsinya digantikan oleh multicast yang lebih efisien.
3.1 Unicast
Alamat Unicast mengidentifikasi satu antarmuka (interface) tunggal. Paket dikirim dari satu pengirim ke satu penerima.
a. Global Unicast Address (GUA)
Setara dengan alamat IP publik pada IPv4. Dapat dirutekan di internet global. Dimulai dengan prefix 2000::/3 (bit pertama 001).
# Contoh GUA:
2001:0db8:85a3::8a2e:370:7334
# Struktur GUA /64:
|<--- 48 bit Global Routing Prefix --->|<- 16 bit Subnet ID ->|<--- 64 bit Interface ID --->|
2001:0db8:85a3 :0001 :0000:0000:8a2e:0370:7334
b. Link-Local Address (LLA)
Digunakan untuk komunikasi dalam satu segmen jaringan (link) yang sama. Tidak dapat dirutekan melewati router. Selalu dimulai dengan fe80::/10.
# Contoh Link-Local:
fe80::202:b3ff:fe1e:8329
# Dibuat otomatis dari MAC address menggunakan EUI-64:
MAC: 00:02:b3:1e:83:29
LLA: fe80::0202:b3ff:fe1e:8329
# (Bit ke-7 dibalik, dan fffe disisipkan di tengah MAC)
c. Loopback Address
Alamat ::1 adalah loopback IPv6 — setara dengan 127.0.0.1 di IPv4. Digunakan untuk menguji stack TCP/IP pada perangkat sendiri.
d. Unspecified Address
Alamat :: (semua bit nol) digunakan sebagai alamat sumber saat antarmuka belum memiliki alamat, misalnya saat proses SLAAC (Stateless Address Autoconfiguration) berlangsung.
e. Unique Local Address (ULA)
Setara dengan alamat privat IPv4 (RFC 1918). Prefix fc00::/7, biasanya dimulai dengan fd. Dapat digunakan secara bebas di jaringan internal tetapi tidak dirutekan di internet.
| Jenis Unicast | Prefix/Rentang | Scope | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Global Unicast | 2000::/3 |
Global | Dapat dirutekan di internet |
| Link-Local | fe80::/10 |
Link | Hanya satu segmen LAN |
| Unique Local | fc00::/7 |
Site | Jaringan internal organisasi |
| Loopback | ::1/128 |
Host | Uji coba lokal (self-test) |
| Unspecified | ::/128 |
N/A | Sumber saat belum ada alamat |
3.2 Multicast
Alamat Multicast mengidentifikasi sekelompok antarmuka. Paket dikirim satu kali oleh pengirim, tetapi diterima oleh semua anggota grup. Prefix IPv6 multicast adalah ff00::/8.
Multicast seperti siaran radio — satu pengirim, banyak penerima (yang mau mendengarkan). Lebih efisien dari broadcast karena hanya perangkat yang “join group” yang memproses paket.
Format Alamat Multicast:
# Format: ff[flags][scope]::[group ID]
ff02::1 ← All Nodes Multicast (scope: link-local)
ff02::2 ← All Routers Multicast (scope: link-local)
ff02::fb ← mDNS (Multicast DNS)
ff05::2 ← All Routers (scope: site-local)
# Flags: 4 bit (0RPT)
# Scope: 4 bit → 2=link, 5=site, 8=org, e=global
3.3 Anycast
Alamat Anycast diassign ke beberapa antarmuka (biasanya di lokasi berbeda), tetapi paket hanya dikirim ke satu penerima terdekat secara routing. Ini sangat berguna untuk load balancing dan high availability.
Anycast seperti mencari minimarket terdekat — Anda tidak peduli minimarket mana yang mengantarkan, yang penting yang terdekat dan tercepat. Server DNS Google (8.8.8.8 di IPv4) menggunakan anycast agar permintaan DNS diarahkan ke server Google terdekat secara geografis.
| Jenis | Penerima | Contoh Penggunaan | Pengganti IPv4? |
|---|---|---|---|
| Unicast | Satu antarmuka spesifik | Komunikasi host-to-host biasa | ✅ Ya |
| Multicast | Semua anggota grup | Video streaming, neighbor discovery | ✅ Mengganti broadcast |
| Anycast | Satu (yang terdekat) | DNS resolver, CDN | ⭕ Fitur baru di IPv6 |
Header IPv6 dan Fitur Unggulan
Memahami penyederhanaan header dan mekanisme konfigurasi otomatis
4.1 Struktur Header IPv6
Header IPv6 dirancang lebih sederhana dan efisien dibanding IPv4. Header dasar memiliki ukuran tetap 40 byte (bandingkan IPv4 yang 20–60 byte).
┌────────────┬────────────┬─────────────────────────────────┐
│ Version │ Tr. Class │ Flow Label (20 bit) │
│ (4 bit) │ (8 bit) │ │
├────────────┴────────────┴──────────────────┬──────────────┤
│ Payload Length (16 bit) │ Next Header │
│ │ (8 bit) │
├────────────────────────────────────────────┴──────────────┤
│ Hop Limit (8 bit) │
├───────────────────────────────────────────────────────────┤
│ │
│ Source Address (128 bit) │
│ │
├───────────────────────────────────────────────────────────┤
│ │
│ Destination Address (128 bit) │
│ │
└───────────────────────────────────────────────────────────┘
| Field | Ukuran | Fungsi |
|---|---|---|
| Version | 4 bit | Selalu bernilai 6 (untuk IPv6) |
| Traffic Class | 8 bit | Prioritas paket (QoS), setara ToS IPv4 |
| Flow Label | 20 bit | Baru di IPv6 – identifikasi aliran data untuk QoS |
| Payload Length | 16 bit | Ukuran data setelah header (dalam byte) |
| Next Header | 8 bit | Menunjuk header ekstensi berikutnya atau protokol layer atas (TCP=6, UDP=17, ICMPv6=58) |
| Hop Limit | 8 bit | Setara TTL di IPv4 – dikurangi 1 setiap melewati router; paket dibuang saat 0 |
| Source Address | 128 bit | Alamat IPv6 pengirim |
| Destination Address | 128 bit | Alamat IPv6 penerima |
4.2 SLAAC – Konfigurasi Otomatis
SLAAC (Stateless Address Autoconfiguration) adalah mekanisme unik IPv6 yang memungkinkan perangkat mengonfigurasi alamat IPv6-nya sendiri tanpa server DHCP. Perangkat cukup mendengarkan Router Advertisement (RA) dari router untuk mengetahui prefix jaringan, lalu menggabungkannya dengan Interface ID (dari MAC address via EUI-64 atau random).
# Langkah 1: Perangkat baru bergabung ke jaringan
Perangkat → Router Solicitation (RS) → Router
# Langkah 2: Router membalas dengan informasi prefix
Router → Router Advertisement (RA) → Perangkat
Isi: Prefix = 2001:db8:1::/64
# Langkah 3: Perangkat buat Interface ID dari MAC address
MAC: 00:1A:2B:3C:4D:5E
EUI-64: 021A:2BFF:FE3C:4D5E
# (bit ke-7 dibalik: 00→02, fffe disisipkan di tengah)
# Langkah 4: Gabungkan prefix + Interface ID
Alamat Final: 2001:db8:1::21a:2bff:fe3c:4d5e/64
# Langkah 5: DAD (Duplicate Address Detection) via ICMPv6
Cek: apakah ada perangkat lain dengan alamat yang sama?
4.3 ICMPv6 dan Neighbor Discovery Protocol (NDP)
IPv6 menggunakan ICMPv6 yang diperluas dengan Neighbor Discovery Protocol (NDP) untuk menggantikan ARP (Address Resolution Protocol) yang digunakan IPv4. NDP menggunakan multicast sehingga jauh lebih efisien.
| Fungsi | IPv4 | IPv6 (ICMPv6/NDP) |
|---|---|---|
| Resolusi MAC dari IP | ARP Request/Reply | Neighbor Solicitation/Advertisement |
| Konfigurasi otomatis | DHCP | SLAAC + Router Advertisement |
| Uji konektivitas | ICMP Echo (ping) | ICMPv6 Echo Request/Reply |
| Deteksi router | Tidak ada standar | Router Solicitation/Advertisement |
| Deteksi alamat duplikat | ARP probe | DAD (Duplicate Address Detection) |
Praktikum
Menerapkan konfigurasi dan pengujian alamat IPv6 pada perangkat
Mengidentifikasi dan Mengompresi Alamat IPv6
⏱ 30 Menit | 👥 Mandiri | 💻 Kertas/Papan Tulis
Tujuan:
murid mampu menerapkan aturan kompresi alamat IPv6 dengan benar.
Langkah Kerja:
- Tulis alamat IPv6 lengkap berikut di buku catatan:
2001:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 - Identifikasi kelompok-kelompok yang memiliki leading zeros dan hapus nol di depan.
- Identifikasi rangkaian kelompok
0000yang berurutan dan terpanjang. - Gantikan rangkaian terpanjang tersebut dengan
::. - Tuliskan hasil akhir kompresi dan verifikasi dengan pasangan.
- Kerjakan untuk seluruh alamat di tabel latihan yang diberikan guru.
Tabel Latihan:
| # | Alamat Lengkap | Hasil Kompresi |
|---|---|---|
| 1 | fe80:0000:0000:0000:0202:b3ff:fe1e:8329 | ………………… |
| 2 | 2001:0db8:0000:0001:0000:0000:0000:0001 | ………………… |
| 3 | 0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 | ………………… |
| 4 | 2001:0db8:0000:0000:0001:0000:0000:0001 | ………………… |
| 5 | ff02:0000:0000:0000:0000:0001:ff00:0001 | ………………… |
Konfigurasi IPv6 di Linux / Windows
⏱ 45 Menit | 👥 Kelompok (2 orang) | 💻 PC/Laptop
Tujuan:
murid mampu mengonfigurasi alamat IPv6 statis dan memverifikasi konektivitas antar host.
Topologi:
PC-A ─────────── Switch ─────────── PC-B
(2001:db8::1/64) (2001:db8::2/64)
Langkah Kerja di Linux:
- Buka terminal dan cek antarmuka jaringan:
ip link show - Tambahkan alamat IPv6 ke antarmuka (ganti eth0 sesuai nama antarmuka):
sudo ip -6 addr add 2001:db8::1/64 dev eth0 - Verifikasi konfigurasi alamat:
ip -6 addr show dev eth0 - Uji konektivitas ke PC-B dengan ping IPv6:
ping6 2001:db8::2 # atau: ping -6 2001:db8::2 - Lihat tabel neighbor (setara ARP table di IPv4):
ip -6 neigh show - Dokumentasikan hasil setiap langkah dengan tangkapan layar (screenshot).
Langkah Kerja di Windows (PowerShell/CMD):
- Buka PowerShell sebagai Administrator.
- Lihat antarmuka jaringan:
Get-NetAdapteratauipconfig - Tambahkan alamat IPv6 statis:
New-NetIPAddress -InterfaceAlias "Ethernet" ` -IPAddress "2001:db8::1" ` -PrefixLength 64 - Verifikasi konfigurasi:
ipconfig /all - Ping ke PC-B:
ping 2001:db8::2 - Lihat neighbor cache:
netsh interface ipv6 show neighbors - Dokumentasikan hasilnya.
Analisis dengan Wireshark
⏱ 30 Menit | 👥 Kelompok (2-3 orang) | 💻 PC dengan Wireshark
Tujuan:
murid mampu mengidentifikasi header IPv6 dalam paket jaringan nyata menggunakan Wireshark.
- Buka Wireshark dan mulai capture pada antarmuka yang terhubung.
- Filter tampilan dengan:
ipv6di kolom filter display Wireshark. - Lakukan ping IPv6 ke perangkat lain:
ping6 fe80::1 - Hentikan capture dan klik salah satu paket ICMPv6.
- Expand bagian Internet Protocol Version 6 dan identifikasi setiap field header.
- Catat: Version, Traffic Class, Flow Label, Payload Length, Next Header, Hop Limit, Source & Destination Address.
- Cari paket Neighbor Solicitation dan Neighbor Advertisement — analisis fungsinya.
- Buat laporan singkat dengan screenshot yang dianotasi.
Gunakan filter icmpv6 untuk hanya melihat paket ICMPv6. Filter ipv6.src == 2001:db8::1 untuk hanya melihat paket dari alamat tertentu. Klik kanan field mana saja dan pilih “Apply as Column” untuk menampilkannya di daftar paket.
Evaluasi Kognitif
Soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep IPv6 (C1–C4 Taksonomi Bloom).
📝 Soal Pilihan Ganda
Pilih satu jawaban yang paling tepat untuk setiap pertanyaan berikut.
Berapa panjang total alamat IPv6 dalam bit?
Alamat IPv6 loopback yang setara dengan 127.0.0.1 pada IPv4 adalah…
Alamat fe80::1 termasuk jenis alamat IPv6 apakah?
Manakah bentuk kompresi yang benar dari alamat 2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001?
Berapa jumlah kelompok (grup) heksadesimal yang terdapat dalam satu alamat IPv6?
Manakah kompresi yang SALAH dari alamat IPv6 berikut?
Jika sebuah antarmuka mendapat prefix 2001:db8::/64 dari Router Advertisement dan MAC address-nya aa:bb:cc:dd:ee:ff, proses pembentukan Interface ID menggunakan…
Mengapa IPv6 tidak menggunakan broadcast? Apa yang menggantikan fungsinya?
Soal Esai (Uraian)
Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri apa yang dimaksud dengan “zero compression” (::) dalam penulisan alamat IPv6, dan sebutkan aturan yang harus dipatuhi!
Kompres alamat IPv6 berikut ke bentuk paling singkat dan jelaskan setiap langkahnya:2001:0db8:0000:0001:0000:0000:0000:00ff
Bandingkan mekanisme konfigurasi alamat otomatis pada IPv4 (DHCP) dengan SLAAC pada IPv6. Apa keunggulan SLAAC? Apa keterbatasannya?
Sebuah kantor akan bermigrasi dari IPv4 ke IPv6. Jelaskan tiga keuntungan utama yang akan diperoleh organisasi tersebut dengan menggunakan IPv6!
Evaluasi Afektif
Instrumen penilaian sikap dan karakter selama proses pembelajaran (A1–A4 Taksonomi Krathwohl).
Penilaian afektif mengacu pada Permendikbud No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Bernalar Kritis, Bergotong Royong, dan Mandiri.
Rubrik Observasi Sikap
| Aspek Sikap | Indikator | Skor 4 (SB) | Skor 3 (B) | Skor 2 (C) | Skor 1 (K) |
|---|---|---|---|---|---|
| Ketelitian | Akurasi penulisan dan kompresi alamat IPv6 | Semua alamat benar dan sesuai aturan | Sebagian besar benar, maks. 1 kesalahan | 2–3 kesalahan namun memahami prosedur | Lebih dari 3 kesalahan atau asal-asalan |
| Kolaborasi | Kerja sama dalam kegiatan kelompok/praktikum | Aktif memberi kontribusi dan membantu teman | Terlibat aktif, sesekali membantu | Terlibat tetapi pasif, perlu dorongan guru | Tidak terlibat atau mengganggu kelompok |
| Disiplin & Tanggung Jawab | Ketepatan waktu, kelengkapan tugas, kebersihan lab | Selalu tepat waktu, tugas lengkap, lab rapi | Hampir selalu tepat waktu, tugas lengkap | Kadang terlambat, tugas kurang lengkap | Sering terlambat, tugas tidak selesai |
| Rasa Ingin Tahu | Keterlibatan dalam diskusi, bertanya kritis | Sering bertanya kritis dan mencari informasi mandiri | Bertanya ketika ada yang tidak dipahami | Jarang bertanya, perlu stimulus guru | Tidak menunjukkan rasa ingin tahu |
| Menghargai Karya Orang Lain | Respons terhadap presentasi/laporan teman | Memberikan feedback konstruktif, tidak meremehkan | Mendengarkan dan merespons dengan baik | Mendengarkan namun tidak merespons | Tidak memperhatikan atau bersikap negatif |
Lembar Refleksi Diri (Self-Assessment)
murid mengisi lembar refleksi di akhir pembelajaran dengan jujur:
| # | Pernyataan | Sangat Setuju | Setuju | Tidak Setuju |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Saya memahami pentingnya IPv6 bagi perkembangan internet masa depan | ☐ | ☐ | ☐ |
| 2 | Saya merasa percaya diri menulis alamat IPv6 dengan kompresi yang benar | ☐ | ☐ | ☐ |
| 3 | Saya aktif berkontribusi dalam kegiatan kelompok praktikum | ☐ | ☐ | ☐ |
| 4 | Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang protokol jaringan modern | ☐ | ☐ | ☐ |
| 5 | Saya telah menerapkan prosedur keamanan dalam penggunaan peralatan lab | ☐ | ☐ | ☐ |
Pertanyaan Refleksi Tertulis:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari tentang IPv6 hari ini?
2. Apa yang masih membingungkan dan ingin kamu pelajari lebih lanjut?
3. Bagaimana IPv6 berhubungan dengan kehidupan sehari-hari atau pekerjaan di bidang jaringan?
Evaluasi Psikomotorik
Rubrik penilaian keterampilan konfigurasi dan analisis IPv6 pada perangkat nyata (P1–P4 Taksonomi Dave).
Rubrik Penilaian Praktikum
| Aspek Keterampilan | Indikator | 4 (Mahir) | 3 (Cakap) | 2 (Berkembang) | 1 (Pemula) |
|---|---|---|---|---|---|
| Konfigurasi Alamat IPv6 | Memasukkan alamat IPv6 statis pada antarmuka perangkat | Benar tanpa bantuan, prefix tepat, gateway benar | Benar dengan 1 koreksi minor, tanpa bantuan guru | Perlu 1–2 kali bimbingan, ada kesalahan prefix | Tidak dapat melakukan tanpa bimbingan penuh |
| Verifikasi Konektivitas | Menggunakan ping6 dan perintah diagnostik | Menggunakan berbagai perintah (ping, traceroute, ip neigh) dengan benar | Berhasil ping6 dan menjelaskan hasilnya | Berhasil ping6 tapi tidak dapat menjelaskan output | Gagal melakukan ping atau salah interpretasi |
| Analisis Paket Wireshark | Mengidentifikasi field header IPv6 di Wireshark | Mengidentifikasi semua field + NDP dengan penjelasan tepat | Mengidentifikasi minimal 5 field header IPv6 | Mengidentifikasi 2–4 field dengan beberapa kesalahan | Tidak dapat mengidentifikasi field header |
| Dokumentasi / Laporan | Kelengkapan dan kualitas laporan praktikum | Laporan lengkap, terstruktur, screenshot teranotasi, analisis mendalam | Laporan lengkap, screenshot ada, analisis cukup | Laporan kurang lengkap, screenshot minim | Laporan tidak dibuat atau sangat tidak lengkap |
| Keamanan & Prosedur K3 | Menggunakan peralatan sesuai prosedur K3 | Selalu patuh K3, merapikan alat setelah selesai | Patuh K3, perlu 1 pengingat | Kurang patuh K3, perlu beberapa pengingat | Tidak memperhatikan K3, membahayakan |
Penghitungan Nilai
| Komponen | Bobot | Cara Menghitung |
|---|---|---|
| Kognitif (Pilihan Ganda + Esai) | 40% | (Jumlah benar / Total soal) × 100 × 0,4 |
| Afektif (Observasi sikap) | 20% | (Total skor aspek / 20) × 100 × 0,2 |
| Psikomotorik (Praktikum + Laporan) | 40% | (Total skor aspek / 20) × 100 × 0,4 |
Nilai Akhir = Nilai Kognitif + Nilai Afektif + Nilai Psikomotorik
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 75
Glosarium
fffe di tengah dan membalik bit ke-7.2000::/3.fe80::/10.ff00::/8./ yang menunjukkan berapa bit pertama alamat IPv6 yang merupakan bagian jaringan (network portion).fc00::/7, biasanya dimulai fd.0000 berurutan dengan ::; hanya boleh digunakan sekali per alamat.Daftar Pustaka & Referensi
- Deering, S. & Hinden, R. (2017). Internet Protocol, Version 6 (IPv6) Specification. RFC 8200. Internet Engineering Task Force (IETF). https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc8200
- IANA – IPv6 Address Space. (2023). IANA IPv6 Special-Purpose Address Registry. Internet Assigned Numbers Authority. https://www.iana.org/assignments/ipv6-address-space/
- Stallings, W. (2022). Data and Computer Communications (11th ed.). Pearson Education.
- Forouzan, B. A. (2021). Data Communications and Networking (6th ed.). McGraw-Hill Education.
- APNIC Learning. (2023). IPv6 Fundamentals. Asia-Pacific Network Information Centre. https://learn.apnic.net/
- Hinden, R. & Abbagnaro, L. (2003). IP Version 6 Addressing Architecture. RFC 3513. IETF. https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc3513
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2022). Capaian Pembelajaran SMK/MAK Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Fase E. Kemendikbudristek.
- Cisco Networking Academy. (2023). CCNA: Introduction to Networks – Module: IPv6 Addressing. Cisco Systems. https://www.netacad.com/
- Sukmana, H. T., & Afrianto, I. (2020). Administrasi Infrastruktur Jaringan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Buku Teks Pelajaran SMK).
- IPv6.com. (2024). IPv6 Tutorial and Reference Guide. https://ipv6.com/articles/
- Internet Society. (2023). Deploy360 – IPv6 Resources and Best Practices. ISOC. https://www.internetsociety.org/deploy360/ipv6/
Untuk memperdalam pemahaman IPv6, murid dapat mengakses: (1) Cisco Packet Tracer untuk simulasi jaringan IPv6 gratis, (2) GNS3 untuk emulasi router Cisco/Juniper dengan IPv6, (3) Portal belajar APNIC Learn di learn.apnic.net, dan (4) Video tutorial “IPv6 Fundamentals” di YouTube channel Cisco Learning Network.







Users Today : 129
Users Yesterday : 140
This Month : 2281
This Year : 10648
Total Users : 153405
Views Today : 461
Total views : 431576